Untuk kesekian kalinya Allah mengirimkan perantara-Nya.
kembali ku ucapkan syukur atas segala yang telah Engkau anugerahkan pada hambaMu yang masih saja sempat lalai dan malas untuk kembali berusaha taat kepadaMU, tapi nikmatMu Rabb... begitu melimpah ruah, tak bisa ku hitung dan kusebutkan satu persatu. Ya Rahman Ya Rahiim..
1 tahun, ya mungkin setidaknya 1 tahun kau beri aku kesempatan untuk bertemu seseorang yang kau tetapkan sebagai kawan seperjuangan, bersamanya membuatku merasa tak ada yang perlu disesalkan.
Rabb.. kau tunjukkan si penunjuk jalan.. kau beri aku teman untuk menemaniku selama aku mencari dimana mutiara hikmah yang telah Engkau Janjikan disetiap kesulitan.
Sesuai titahMu, ia akhirnya selalu menemani kesendirianku, menjawab setiap pertanyaanku, dan tersenyum ketika aku hanya bisa mengeluhkan diri, disetiap persimpangan jalan dia selalu cepat menarik tangan ini dan mengatakan bahwa dirimu salah mengambil jalan..
hari - hari yang Engkau anugerahkan membawa kami menjadi semakin saling menyayangi, puluhan shubuh kami telah lewati, kemudian pagi, lalu siang, beranjak sore, dan akhirnya malam.. kami lewati atas izinMu Rabb..
beribu kalam hikmah aku terima, nasihat nasihat itu sungguh aku rindu kini..
namun, waktu nampaknya kian cemburu, genggaman tangan kami nampaknya membuatnya menjadi enggan kembali memberi kami kesempatan, untuk bersuka ria bersama..
ya.. waktunya pun akhirnya tiba, sesuatu yang pernah menjadi mimpi buruk di salah satu malamku, kini ubahnya telah menjadi kenyataan.. aku tak mau menyebutkan kata itu, karena saat tangan mulai melambai ku pikir inilah akhir dari kebersamaan..
sungguh... maaf aku tak bisa membuatmu bahagia bersamaku, ku hanya menambah beban karena keluhanku, egoku, dan kelakuanku, yang membuatmu geleng geleng kepala. Benar Benar aku meminta maaf ..
selamat berjuang kembali! rinduku disini untukmu.. semoga Allah berikan kita kesempatan untuk kembali dalam kebersamaan...
terimakasih Raihan Nurbaiti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar