Kamis, 31 Desember 2015

30 mutiara

Tepatnya 14.20 kereta berhenti.
Alhamdulillah... akhirnya, setelah kurang lebih 1 jam kereta Api membawa aku dan dua temanku sampai di stasiun kereta api Rancaekek Bandung. 10 hari kedepan kami akan berada di daerah ini, Sanlat 10 hari 1 juz di pesantren miftahul khoer yang mengundang kami untuk menghabiskan liburan kali ini. 
21 Desember 2015.
Senin, hari pertama kami disini. semua peserta dibagi menjadi beberapa halaqah (kelompok). kelompokku hanya terdiri dari 3 orang, aku, Raihan, dan Adkhilni, Mentor kami mulai membimbing untuk saling memperkenalkan diri, kami mendapat mentor bernama Fatimah Az Zahra, nama yang indah bukan? 
hari pertama, berarti setoran hafalan pertama... 
1 juz ada 10 lembar, maka kami harus mampu menghafal minimal 1 hari 1 lembar, bagiku ini hal yang baru, pertanyaan apakah aku mampu ? selalu ada yang meyakinkan ya! ini tantangan... 
Rabb, mudahkanlah aku..
inilah lembar pertama, nampaknya kesulitan mulai menghampiriku, Allah nampaknya menguji kekuatan ikhlas dan sabarku. 
saat  penyetoran, lidahku terbata bata banyak ayat yang lupa, dan huruf yang tidak sesuai. Semua ini membuatku mengeluh, "mengapa sulit?". padahal sebelumnya aku merasa bahwa semuanya telah aku hafal, tapi mengapa tiba tiba menghilang? bahkan ingatanku tak bisa  mendeteksi jejak hafalan yang sebelumnya aku hafal. ya Rabb, ada apa ?
malamnya aku adukan hal ini pada ka Fatimah, lalu ka Fatim berkata " Sulit itu karena hadiahnya surga.. menghafal Qur'an bukan karena kita pintar, cerdas, kuat hafalan, atau yang lainnya. Memang itu berpengaruh tapi tetap yang menentukkan segalanya itu Ridho Allah, Kemudahan dari Allah, atas IzinNya. Gak ada satu ayat pun yang dapat kita hafal kecuali atas izin Allah swt"
aku diam. menyadari ada yang salah pada diri ini. aku terlalu sombong! diri merasa bahwa diri mampu hanya karena usaha diri sendiri, tanpa memikirkan ada zat yang Maha Besar dan Maha Menentukkan. Allah maafkan hambaMu.
hari hari selanjutnya aku jalani dengan selalu berusaha untuk meluruskan niat ini.
10 hari bukan waktu yang singkat, bukan juga waktu yang cukup lama.. ada saja ujiannya ketika ingin mulai menghafal, terutama ujian hati. nafsu sering sekali membuat kami lengah dan terjebak.
Rabb.. tapi kami tahu ada Engkau yang selalu mengabulkan do'a dan memudahkan hambaNya, Engkau tengah menguji sejauh mana kami dapat menjalani proses yang berliku ini, sejauh mana hati bertahan untuk ikhlas dan istiqomah mengharap keridhoanMu..
Jalan ini masih panjang, dan penuh perjuangan, menghafal Qur'an berarti menjalankan proyek seumur hidup, ya! proyek yang amat mulia..
Bagai menyusun mutiara mutiara pada mahkota, meletakkannya perlahan dan sangat hati hati, saat  hampir sampai pada mutiara kedua, namun mutiara pertama jatuh.maka kita perlu bersabar untuk menyusunnya kembali.. begitu seterusnya berusahalah utuk terus memperbaiki dan memperindahnya, sabarlah hingga mahkota memiliki 30 mutiara.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Sebelas A IPA

"Apapun yang kita lakukan pasti ada resikonya, apapun yang kita putuskan pasti ada konsekuensinya, tegaskan tujuan dari sekarang dan garaplah dengan maksimal, biarkan Allah membimbing dan menentukan mana yang terbaik untuk kita dapatkan .." Ustadz Wildan Fauzi

"bersungguh sungguhlah ! kegagalan hanya bagi orang yang banyak alasan.." Ustadz Yayat Dimyati

Semua orang mempunyai impian, minimal orang akan selalu berharap untuk menjadi lebih baik dikemudian hari begitupun dua puluh orang penghuni kelas sebelas A IPA.
akhir akhir ini topik "mau jadi apa kita" menjadi hangat diperbincangkan.
apalagi? semua itu akibat dari kami menulis impian masing masing dan menempelkannya di salah satu dinding kelas.
akhirnya beberapa ustadz, mulai membahas satu persatu impian kami, memberi motivasi bahwa mimpi itu tak ada yang mustahil untuk terjadi. menceritakan betapa bahagianya saat bintang impian itu telah kami raih, melukiskan betapa sempurnanya hidup ini saat semua yang di cita cita kan menjadi kenyataan.
Menjadi Dokter, Bidan, Desainer, Hafidz Qur'an, Musisi, Petani, Ahli Astronomi, Ahli gizi, Chef, Polwan, Dosen, naik haji dengan orang tua, punya Yayasan, pemain Bola Internasional, semua harapan itu berhamburan ke langit langit kelas, tertiup angin melalui jendela, meluas ke angkasa, menjadi do'a terindah yang kami pinta...
 "Ya Allah dengar impian kami semua lihatlah betapa banyak bintang harapan yang bertabur berkilauan hari ini …."
Namun kawan, semuanya hanya akan menjadi hiasan belaka, jika kita tak mau memperjuangkan! jadi apapun kita tetaplah Allah tujuan Utama, menjadi bermanfaat bagi sesama itulah tugas kita..



Mujahid - Mujahidah aku tunggu kabar suksesmu kelak, aku tau bahwa dirimu hebat, kita semua hebat! 

Sabtu, 26 September 2015

Lamar aku dengan hafalan Qur'anmu

Siapa namamu ? seperti apa wajahmu? bagaiamana pribadimu? aku tak tahu
Bagiku, dirimu misteri. Yah, misteri yang akhir  akhir ini membuatku lebih banyak tersenyum malu.
Perasaan ini, membuat hari hariku jadi aneh. Mulut ini sering menyebut nyebut betapa indahnya pertemuan itu, saat kau tunjukkan keseriusanmu dalam mencintaiku.
Saat waktu itu  tiba, untuk pertama kalinya aku ingin sekali bertanya satu hal padamu. Tidak, aku tidak akan tanya apa pekerjaanmu atau berapa gajimu?. Yang aku ingin tahu ialah  “bagaimana hafalanmu? Maksudku hafalan Qur’anmu ?”

ah ya! pasti dirimu bertanya "Mengapa Hafalan Qur’an ?"
Karena.....................
Pertama, Penghafal Qur’an adalah Shahibul Qur’an
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan, “ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah”
maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).

Kedua, Al Qur’an akan menjadi syafa’at bagi shahibul Qur’an
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim  804)

Ketiga, derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Keempat, termasuk sebaik-baik manusia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه
“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).

Kelima, Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an di dunia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماً ويضع به آخرين
“sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim 817)

Keenam, Penghafal Al Qur’an lebih diutamakan untuk menjadi imam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud) (sumber:muslimah.or.id)

Ketahuilah, aku selalu berharap kemulian itu ada pada diriku dan dirimu calon imamku. Memang menjadi seoarang penghafal Qur’an tidaklah semudah yang dibayangkan, perlu niat dan tekad kuat. tapi bukankah itu harga yang harus kita bayar untuk mencapai derajat shohibul qur’an, bukankah dengan itu Ridha Allah senantiasa menghampiri kita ?
Aku memang tak seperti Khadijah, Aisyah, Fatimah dan wanita agung lainnya. Aku wanita biasa yah inilah aku apa adanya , aku hanya berusaha untuk terus memperbaiki diri ini. Kelak, aku ingin terlihat pantas bersanding denganmu, menjadi istri sholehah seperti yang Allah dan dirimu damba, menjadi seorang ibu yang bisa menjadi panutan anak anaknya.
Dalam malam aku selalu merayu “Allah berilah aku yang terbaik sesuai dengan pilihanMU”
Satu hal, Aku ingin membuatmu bahagia.

Bukan, bukan hanya bahagia didunia fana, aku ingin membawa keluargaku ke syurga.

Rabu, 16 September 2015

Mutiara Hikmah





Lirik HYMNE Ummahaatul Ghad (UG)


U.....G..
Ummahaatul ghad
putri islam pelajar
bela kalimat Tuhan
Qur'an Sunnah jadi pegangan

U.....G....
Ummahatul ghad
sadarkan kewajiban
ummat yang akan datang
kamilah jadi syuhadanya

Giatlah belajar dan tabahlah
engkaulah pahlawan harapan
jihadmu tak kecil artinya
dengan Allah kau teatap jaya

U...G...
Ummahaatul Ghad
ummahtul ghad
jadilah kau teladan
maju trus jangan gentar
biar asing asalkan benar

Minggu, 28 Juni 2015

sepucuk surat untukmu..


Untuk kesekian kalinya Allah mengirimkan perantara-Nya.
kembali ku ucapkan syukur atas segala yang telah Engkau anugerahkan pada hambaMu yang masih saja sempat lalai dan malas untuk kembali berusaha taat kepadaMU, tapi nikmatMu Rabb... begitu melimpah ruah, tak bisa ku hitung dan kusebutkan satu persatu. Ya Rahman Ya Rahiim..
1 tahun, ya mungkin setidaknya 1 tahun kau beri aku kesempatan untuk bertemu seseorang yang kau tetapkan sebagai kawan seperjuangan, bersamanya membuatku merasa tak ada yang perlu disesalkan. 
Rabb.. kau tunjukkan si penunjuk jalan.. kau beri aku teman untuk menemaniku selama aku mencari dimana mutiara hikmah yang telah Engkau Janjikan disetiap kesulitan. 
Sesuai titahMu, ia akhirnya selalu menemani kesendirianku, menjawab setiap pertanyaanku, dan tersenyum ketika aku hanya bisa mengeluhkan diri, disetiap persimpangan jalan dia selalu cepat menarik tangan ini dan mengatakan bahwa dirimu salah mengambil jalan..
hari - hari yang Engkau anugerahkan membawa kami menjadi semakin saling menyayangi, puluhan shubuh kami telah lewati, kemudian pagi, lalu siang, beranjak sore, dan akhirnya malam.. kami lewati atas izinMu Rabb..
beribu kalam hikmah aku terima, nasihat nasihat itu sungguh aku rindu kini..
namun, waktu nampaknya kian cemburu, genggaman tangan kami nampaknya membuatnya menjadi enggan kembali memberi kami kesempatan, untuk bersuka ria bersama..
ya.. waktunya pun akhirnya tiba, sesuatu yang pernah menjadi mimpi buruk di salah satu malamku, kini ubahnya telah menjadi kenyataan.. aku tak mau menyebutkan kata itu, karena saat tangan mulai melambai ku pikir inilah akhir dari kebersamaan..

 
Raihan, disaat akhir kita bertemu saat binar matamu mulai memerah.. saat pelukku begitu erat mendekapmu, sebenarnya ingin ku katakan terimakasih atas segalanya.. terimakasih kau telah membantuku untuk bisa mencapai target hafalanku, terimakasih atas segala ilmu yang kau bagi pada diri ini, terimakasih telah membangunkanku saat shubuh, saat hendak sholat ashar atau isya, terimakasih setiap senyum yang kau beri, terimakasih telah mengajakku untuk sama sama mempelajari tahsin, terimakasih telah mengajarkanku kesederhanaan, terimakasih telah mengajarkanku cara berhemat, mengajakku untuk rajin bersedekah, dan banyak lagi hal yang kita selalu lakukan bersama terimkasih rehan :')
sungguh... maaf aku tak bisa membuatmu bahagia bersamaku, ku hanya menambah beban karena keluhanku, egoku, dan kelakuanku, yang membuatmu geleng geleng kepala. Benar Benar aku meminta maaf ..
selamat berjuang kembali! rinduku disini untukmu.. semoga Allah berikan kita kesempatan untuk kembali dalam kebersamaan...
terimakasih Raihan Nurbaiti.

Kamis, 04 Juni 2015

PRAJURIT SAINTEK ^^

Cianjur.
Kamis, 21 Mei 2015- Hari ini mesin pencetak sejarah itu mulai beroperasi, tepat diangka 17!
ya! gerakan Saintek (Santri anti nyontek), orasiku tadi pagi benar ku datangkan dari hati mengajak mereka untuk segara kembali dan menjauh dari penyakit yang sulit diobati, lantang aku katakan "jangan hinakan diri kalian dengan mencontek!" seketika itu riuh tepuk tangan menghujam bagaikan gemuruh dalam badai.
entah ini pertanda baik atau buruk, sorak sorai itu entah bermakna pujian atau ejekan. Tapi sudahlah aku tak peduli biarlah anjing menggonggong dan kafilah tetap berlalu!
yang kumohon hanyalah pertolong Rabbku, cukup DIA maka aku telah mempunyai segalanya. SEMANGAT PRAJURIT SAINTEK!

Selasa, 26 Mei 2015- Syahdu malam tak selamanya sunyi, hidup tak selamanya lurus bebas hambatan dan rintangan. begitu pula gerakan SAINTEK. 4 hari berlalu sepertinya SAINTEK mulai menemui jalan terjal, hujan badai, dan terpaan topan dahsyat. Prajurit mulai gontai dan kehabisan perbekalan, mereka tak menyadari bahwa perang yang besar telah menanti untuk ditaklukkan, namun sepertinya prajurit telah kehilangan pijakan, mereka lemah tak mampu menghunuskan pedang dihadapan lawan.
satu persatu dari mereka bahkan mundur tak berani melanjutkan perjalanan. mereka kabur ! kembali kepada kejahilan
Sementara itu, perang yang lebih dahsyat ternyata tengah berkecamuk dalam dada mereka sendiri, melawan nafsu syetan yang melenakan, menyibak segala rayuan yang datang dari berbagai arah bagaikan panah - panah yang menusuk hati, membuatnya kini rapuh, dan tak karuan
BANGKIT ! MURNIKANLAH ! wahai kau MUJAHID ! lihatlah kini dirimu dalam naungan kebenaran, dalam rangkul kasih sayang Rabb semesta alam. jangan MUNDUR ! LAA TAQNATUU! dirimu seorang yang merdeka, bukan budak dari nafsumu sendiri! Bergeraklah, terus berlari menuju Rahmat tanpa batas! ku tahu kalian mampu !

Senin, 1 Juni 2015- pertempuran pun usai ! hanya sedikit dari mereka yang mampu bertahan, pita penanda anti nyontek yang dipakai itu bukanlah sekedar pita, bahkan pita itu sama sekali tak ada artinya, yang kini membuatnya menjadi lebih bermakna adalah komitmen kita bersama,.
mari menuju kemenangan bersama, dalam kesungguhan untuk mengharap keridhoanNya saja.
terserah mereka mau berkata apa. mengejek atau menghina kita akan tetap berusaha memperjuangkan panji agama NYA !





Jumat, 03 April 2015

kehidupan adalah kematian yang tertunda

Kullu nafsin dzaaiqotul maut...
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati"
Yang fana itu dunia dan yang pasti itu mati, bagi para kekasihNya, kematian adalah suatu kerinduan, mereka amat lelah dengan germerlap dunia dan segala perhiasannya, bagi mereka akhiratlah tempat untuk kembali pulang, setelah penat dengan segala kesibukkan, akhiratlah kehidupan yang sebenarnya dan selama - lamanya.
Teramat besar rindu mereka untuk dapat bersua dengan Rabb semesta alam, yang selama ini merawat, menjaga, melindungi, dan amat menyayangi hamba - hambaNya.
Pandangan ini takjub, hati ini bergetar, mulut ini membisu, raga ini terpaku, saat ruh bertemu dengan keagungan terbesar, dengan Rabb yang selama ini hanya bisa aku tulis lafadzNya, ku baca surat cintaNya, dalam hening kusebut asma - asmaNya Ar Rahman.. Ar Rahiim.. Al Malik.. Al Qudus As Salam... Rabb izinkan aku mencintaiMu dengan segala kekuranganku..

Selasa, 10 Maret 2015

Bukan masalah menjadi menang atau kalah !

Yang ditakutkan bukan masalah menjadi pemenang atau kalah, justru hati ini semakin was was ketika usaha yang dilakukan masih belum maksimal, masih belum diatas rata rata orang lain melakukannya, masih kurang untuk bisa mencapai syarat kesungguhan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mencapai keridhoanNya, bagaimana kita mampu bersikap ikhlas dalam perjuangan yang melelahkan, semua tak akan ada yang menjadi sia sia jika kita berbuat hanya untuk, dan karena agama, Rasul, dan Allah semata.
Hasbunallah wa ni'mal wakil..