Izinkan diri tertunduk dihadapmu Izinkan diri untuk meminta
kemurahan hatimu Izinkan lisan untuk ucap kata maaf kepadamu Maafkan tangan ini
telah menggenggammu terlalu erat Maafkan kaki ini yang telah membawamu pada
jalan maksiat Maafkan diri telah kotori cinta fitrah dari Illahi, Sungguh, hina
nya raga dan jiwa ini. daku telah menduakan Cinta kepada Rabbku, Padahal, jelas
sang pencipta perintahkan untuk tundukan pandangan kepada yang bukan muhrimku
Betapa munafiknya hati ini, dulu ku proklamasikan bahwa Allahlah yang bertahta dalam
jiwa, Allah lah yang segumpal daging ini cinta, tapi mengapa sikap masih saja
tak senada bahkan bukan hanya sekedar memandang tapi berduaan ya raabb sungguh
betapa durhakanya hambamu ini, ya Allah betapa tak tau malunya mahlukmu ini,
kata cinta itu seharusnya ku ucapkan hanya untukmu Illahi, syair cinta itu
seharusnya hanya dilantunkan kepadamu ya Allah. wahai Al GHAZI hati tak
menyesal punyai cinta kepada insan beriman sepertimu, karena cinta anugerah
dari yang Maha Kuasa tetapi ku menyesal mengapa diri ini terlalu jauh untuk
mengutarakan, terlalu berlebihan dalam penuhi keinginan hati. mengapa sedikit
saja tak bisa ku jaga perasaan ini, mengapa tak secuil pun dapat ku hijab hati
ini, hanya untuk Illahi Rabbi.
Kamis, 01 Mei 2014
kemana akan aku bawa hidup ini
Dimanapun aku, siapapun aku nanti, jadikan aku seperti
yang ENGKAU mau wahai Tuhanku.
Aku telah tau, bahwa sesuatu dikerjakan bukan untuk
mendapatkan sesuatu tapi hanya untuk dekat denganMU, mengharap ridhaMU, dengan
setulus dan seikhlas hati hambaMU.
Dulu ambisiku begitu penuh untuk dapatkan bintang
hidupku.
tanpa pedulikan bahwa ada ENGKAU yang telah goreskan
garis kehidupan.
niat ini terlanjur salah saat awal perjuangan,
kupaksakkan apa yang menjadi inginku, tanpa pernah
bertanya bagaimana pendapatMU
tangan meraba raba, jemari mencari cari, kemana kepingan
mentari yang akan beri semangat lagi
menatanya agar mampu membuat kaki ini kuat berdiri
sejujurnya hati ini lelah mencari kemana jati diri,
menjawab setiap pertanyaan akan kemana aku bawa hidup ini.
Wahai Sang Pemilik Semesta, aku HambaMU yang hanya bisa
merangkai asa tanpa dasar sekuat yang mereka bisa
kaki ini selalu menyalahi langkah, kadang sanubari takut
untuk kembali bermimpi, karna aku tau terlalu banyak lisan ini berucap, tanpa
pernah menyadari apa yang selanjutnya terjadi.
dimana akan aku pijakkan kaki, yang disana dapat ku ukir
sejarah yang mungkin akan banyak diteladani, saat aku telah tiada di muka bumi
ini ?
bagaimana jika besok aku tak punya waktu lagi ? untuk
bahagiakan orang yang ku cintai ?
Langganan:
Postingan (Atom)