Minggu, 02 Juni 2013

Pesenannya ustad Eri :)

Dekap raga usap airmata
Ucap do’a tak henti untuk meminta
Lantunkan dzikir pancarkan cahaya
Mohon ampun dari Yang Maha Kuasa

Diri diam merana pasrah
Malu untuk menengadah
Menghadap-Mu dengan resah
Akui diri berbuat amat salah

Jauh aku dari cahayaMu
Tak sampai aku dari rangkulMu
Dekat aku dengan azabMu
Ku hampiri segala laranganMu

Pada siapa lagi airmata kan mengadu ?
Pada siapa lagi mulut kan meminta ?
Pada siapa lagi jiwa kan kembali ?
Pada siapakah ? selain hanya padaMu illahi..

Maafkan daku, Ampuni daku
Terimalah daku, kembalikan daku
Pada rahmat dan cintaMu
Jangan biarkan daku jauh dari karuniaMU

Teruntuk Aliflam :)

Jadi bulan yang selalu terang
Meskipun sekitarnya gelap mendung
Miliki cahaya indah berderang
Buat siapapun yang melihat tersenyum bahagia kagum akan pesona
Tak apa kau malu untuk tunjukan dirimu
Biarkan cahaymu yang menyusup diantara siluet daun daun
Jadi bulan yang taat pada Sang Pencipta
Tak pernah terlambat untuk kembali bercahaya
Tak pernah lelah untuk tetap memancar
Walau kadang awan gelap tutupi semangatmu
Jadilah bulan yang selalu tersenyum
Bulan yang bahagia
Bulan yang setia temani bintang disampingnya  :)

Sabtu, 01 Juni 2013

kita :') (sembilanA-SMPN1Padalarang) Saevany Nur'Azizah



Lama daku bersamamu,
Banyak salah kuperbuat terhadapmu,
Sedikit balas atas senyum tulus disetiap kita bertemu,
Tak banyak sapa terucap, hanya kata yang menyayat

Sungguh, tawa bahagiamu, tangis sendu, cerita seru,
enggan pergi dari ingatan, dan tak akan pernah pergi

duduk bersama, sekedar untuk bercerita tentang si dia
atau diskusi  materi tak kunjung ketemu jua
atau bahkan menyontek untuk dapat selesaikan tugas kita
bisa saja untuk mainkan tokoh dalam laptop terbuka,

seketika rapih saat guru datang
walau masih ada tawa yang tersisa
masih ada laptop yang terbuka
masih sibuk bercerita
berusaha usap air mata
bersembunyi habiskan jajanan dibawah meja

guru mulai bicara panjang lebar
tapi mata masih saja tetap beredar
tak bisa tahan walau diam sebentar
inginnya untuk cepat cepat bubar
karena kantuk telah menjalar

kecewa saat waktu terasa begitu lama
sedang asa tengah meronta
jari pegal tak kuasa
wajah kusam tak berselera

bunyi bel masih lama saja
tambah tugas yang mengalir begitu derasnya
tanpa pikirkan beban yang murid derita
walau begitu, itu tetap kewajiban kita

esok lusa, penentu itu pasti datang
selembar kertas tertulis nama dan keterangan
berhasil maju atau gagal menetap
berlanjut atau diam ditempat

tak bisa tidur pikirkan masa depan
akan kemana kaki dilangkahkan
akan kemana diri dibanggakan
do’a tak henti dipanjatkan
berharap semoga terkabulkan


sinar mentari pagi tersenyum hangat
optimiskan hati yang tak bersahabat
hari ini hasilnya tak akan datang terlambat
hati semakin gentar saat jarak semakin dekat

lagi lagi air itu basahi pipi, merahkan bola mata
entah muncul karena bahagia di dada
atau kecewa akan hasil yang tak senada
yang pasti kita telah berhasil semua

sekolah sepi, semua orang telah pergi
dengan kertas dalam amplop tersimpan rapi
semua bergegas bersama teman sehati
berbincang sepanjang jalan tanpa henti
tiba tiba seorang berkata “kini, kita sudah jadi Alumni”

ada yang tersirat, dalam benak
bukan kabar baik, yang ku kira
teringat setiap pertemuan pasti ada pisahnya
kembali peluk terasa erat
lepaskan tangan amatlah berat

secepat ini kah ?
bahkan air mata ini pun belum kering
malah terus saja berurai
seperti memaksa untuk keluar

terlambat, “selamat tinggal” terlanjur terucap
terpaksa, harus ku lambaikan tangan
tanda pertemuan telah usai
mengapa begitu menyakitkan ?

yakin, kita pasti bertemu lagi
saat semua telah berubah
menjadi cantik, dan menawan
menjadi ganteng, dan mapan

berjanjilah untuk kembali,
bawa kesuksesan yang kau dapati
banggakan prestasimu selama ini,
dan ku harap kalian selalu ingat diri hina ini