Siapa namamu ? seperti apa wajahmu? bagaiamana pribadimu?
aku tak tahu
Bagiku, dirimu misteri. Yah, misteri yang akhir akhir ini membuatku lebih banyak tersenyum
malu.
Perasaan ini, membuat hari hariku jadi aneh. Mulut ini
sering menyebut nyebut betapa indahnya pertemuan itu, saat kau tunjukkan
keseriusanmu dalam mencintaiku.
Saat waktu itu tiba, untuk
pertama kalinya aku ingin sekali bertanya satu hal padamu. Tidak, aku tidak akan
tanya apa pekerjaanmu atau berapa gajimu?. Yang aku ingin tahu ialah “bagaimana hafalanmu? Maksudku hafalan
Qur’anmu ?”
ah ya! pasti dirimu bertanya "Mengapa Hafalan Qur’an ?"
Karena.....................
Pertama, Penghafal Qur’an adalah Shahibul Qur’an
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan,
“ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkannya
di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب
الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling
aqra’ terhadap kitabullah”
maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang
didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia,
bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di
sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun
dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka
wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).
Kedua, Al Qur’an akan menjadi syafa’at bagi shahibul Qur’an
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا
القرآن فإنه يأتي يوم
القيامة شفيعا لأصحابه
“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat
sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804)
Ketiga, derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan
yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ
وارتقِ، ورتل كما كنت
ترتل في الدنيا، فإن
منزلك عند آخر آية
تقرؤها
“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) :
bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan
tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau
baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
Keempat, termasuk sebaik-baik manusia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن
وعلَّمه
“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan
mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).
Kelima, Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an di dunia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إن الله يرفع بهذا
الكتاب أقواماً ويضع به
آخرين
“sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al
Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim 817)
Keenam, Penghafal Al Qur’an lebih diutamakan untuk menjadi imam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب
الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling
aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582, dishahihkan Al Albani dalam Shahih
Abi Daud) (sumber:muslimah.or.id)
Ketahuilah, aku selalu berharap kemulian itu ada pada diriku
dan dirimu calon imamku. Memang menjadi seoarang penghafal Qur’an tidaklah
semudah yang dibayangkan, perlu niat dan tekad kuat. tapi bukankah itu harga
yang harus kita bayar untuk mencapai derajat shohibul qur’an, bukankah dengan
itu Ridha Allah senantiasa menghampiri kita ?
Aku memang tak seperti Khadijah, Aisyah, Fatimah dan wanita
agung lainnya. Aku wanita biasa yah inilah aku apa adanya , aku hanya berusaha
untuk terus memperbaiki diri ini. Kelak, aku ingin terlihat pantas bersanding
denganmu, menjadi istri sholehah seperti yang Allah dan dirimu damba, menjadi
seorang ibu yang bisa menjadi panutan anak anaknya.
Dalam malam aku selalu merayu “Allah berilah aku yang
terbaik sesuai dengan pilihanMU”
Satu hal, Aku ingin membuatmu bahagia.
Bukan, bukan hanya bahagia didunia fana, aku ingin membawa
keluargaku ke syurga.
