Ada yang lebih Indah, dari sekedar "dia" yang hanya membuatmu merana. ada yang lebih indah, dari sekedar berharap pada dia yang justru bahkan tak pernah meminta kita berharap.
ada yang lebih Indah, dari sekedar mendapat pujian dan perhatian darinya, ada yang lebih indah...
itu Ukhuwah,
Ukhuwah akan membuatmu lebih bahagia, dengan bersama sama saling mengingatkan, dan mendo'akan. indah bukan? bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama sahabat, saling mengisi dan mencintai karena-Nya
Jumat, 21 Oktober 2016
Senin, 03 Oktober 2016
Mujahid - Mujahidah ?
"Kalian ini mujahid dan mujahidah !" kesekian kalinya Ustadz berteriak dan mengacungkan telunjuknya. Miris memang, saat ustadz berusaha memukul kami dengan teriakannya namun kami justru tertawa melihat tingkah dan ekspresi Ustadz yang "greget" dengan semangat belajar kami. Pelajaran terakhir ini selalu lebih menyenangkan, sekaligus menegangkan. kami dibuat tertawa sekaligus merasa "ditampar". Seperti perkataannya " REMAJA GAK BACA BUKU ? STRES Saya bilang" ah Ustadz, lagi lagi kami hanya tertawa, melihat wajah ustadz yang mengkerut karena heran dengan keadaan remaja sekarang. maafkan kami ustadz.
Mujahid - Mujahidah memang itulah nama kelas kami, Mujahid - Mujahidah juga memang identik dengan perjuangan yang berdarah - darah. Perjuangan yang bersungguh - sungguh. Namun, sejauh ini kami yakin, terutama saya pribadi masih jauh dari predikat Mujahid - Mujahidah..
Bagaimana tidak ? seringkali kami dikalahkan oleh malas, mengantuk dikelas atau lebih tepatnya sih tertidur, PR yang kami kerjakan bukan dirumah tapi dikelas, tugas yang kami anggap sepele, waktu masuk yang terlambat, istirahat yang terlalu lama, mengobrol saat guru menjelaskan, bermain main dengan apa yang disampaikan.. ah sudahlah banyak sekali kekurangan kami untuk mencapai standar Mujahid - Mujahidahnya Allah. Minggu lalu Ustadz juga telah menampar kami, dengan perkataan " Dan Jihadlah kalian dengan jihad yang benar ! Jihad yang Haq ! Kalian ini Mujahid - Mujahidah !
Namun, terlepas dari tertawa yang terbahak. kami hening .. berfikir betapa menyedihkannya kami ini, Usia yang tak lagi "muda" seharusnya membuat kami lebih dewasa, dengan tamparan itu kami tentu saja bukan hanya merasakan sakit dan perih, tapi kami harus melakukan perubahan, perubahan yang nyata! Terimakasih Ustadz.
Mujahid - Mujahidah memang itulah nama kelas kami, Mujahid - Mujahidah juga memang identik dengan perjuangan yang berdarah - darah. Perjuangan yang bersungguh - sungguh. Namun, sejauh ini kami yakin, terutama saya pribadi masih jauh dari predikat Mujahid - Mujahidah..
Bagaimana tidak ? seringkali kami dikalahkan oleh malas, mengantuk dikelas atau lebih tepatnya sih tertidur, PR yang kami kerjakan bukan dirumah tapi dikelas, tugas yang kami anggap sepele, waktu masuk yang terlambat, istirahat yang terlalu lama, mengobrol saat guru menjelaskan, bermain main dengan apa yang disampaikan.. ah sudahlah banyak sekali kekurangan kami untuk mencapai standar Mujahid - Mujahidahnya Allah. Minggu lalu Ustadz juga telah menampar kami, dengan perkataan " Dan Jihadlah kalian dengan jihad yang benar ! Jihad yang Haq ! Kalian ini Mujahid - Mujahidah !
Namun, terlepas dari tertawa yang terbahak. kami hening .. berfikir betapa menyedihkannya kami ini, Usia yang tak lagi "muda" seharusnya membuat kami lebih dewasa, dengan tamparan itu kami tentu saja bukan hanya merasakan sakit dan perih, tapi kami harus melakukan perubahan, perubahan yang nyata! Terimakasih Ustadz.
Jumat, 30 September 2016
Mengalir
Memilih mengalir, atau bahkan terseret arus . Berserah saja, ikuti kemana ia akan mengalir, jangan.. jangan tanya kemana ia akan pergi dan bagaimana ia akan sampai. Biarkan angin membuat arusnya menjadi lebih kuat atau menjadi sangat lemah. Benarkah ? apa semuanya harus mengalir begitu saja? sekedar mengalir ? tentu saja kita perlu rencana, kita perlu arah dan target, tak bisa hanya sekedar mengalir. Allah telah membuat kita mampu berfikir bagaimana cara untuk bahagia dan mulia, Allah ingin kita berusaha, tugas kita adalah berjalan bukan untuk sampai. Allah lebih tahu akhir seperti apa yang paling baik untuk kita. usaha kita adalah taat kita atas perintahNya untuk sabar dalam menjalani proses yang ada, lakukanlah dengan usaha yang paling baik karena kita tidak pernah tahu kapan Allah melihat dan menguji seberapa kuat kita mampu menghadang terjal. menjalani semuanya dengan terencana lebih baik daripada hanya sekedar mengalir mengikuti arus ke tempat yang lebih rendah. mengalir dengan tenang namun pasti, menghadapi tantangan dengan strategi, lembut dan menyenangkan...
Langganan:
Postingan (Atom)