hujan
datang tak memberi peringatan,
dinginnya setetes air menyentuh
sanubari,
lembutnya hembusan angin Mengusap dinding hati,
beradu membuat
lidah ini kelu,
tak bergerak,tak juga sanggup berucap,
bahkan hanya
untuk mengutarakan sepatah kata maaf,
ribuan kata itu kini ricuh menagih
janji dasar hati,
mereka berteriak, mereka memberontak,
"Seharusnya aku yang meminta maaf"
"Seharusnya aku yang meminta maaf"