Jumat, 30 September 2016
Mengalir
Memilih mengalir, atau bahkan terseret arus . Berserah saja, ikuti kemana ia akan mengalir, jangan.. jangan tanya kemana ia akan pergi dan bagaimana ia akan sampai. Biarkan angin membuat arusnya menjadi lebih kuat atau menjadi sangat lemah. Benarkah ? apa semuanya harus mengalir begitu saja? sekedar mengalir ? tentu saja kita perlu rencana, kita perlu arah dan target, tak bisa hanya sekedar mengalir. Allah telah membuat kita mampu berfikir bagaimana cara untuk bahagia dan mulia, Allah ingin kita berusaha, tugas kita adalah berjalan bukan untuk sampai. Allah lebih tahu akhir seperti apa yang paling baik untuk kita. usaha kita adalah taat kita atas perintahNya untuk sabar dalam menjalani proses yang ada, lakukanlah dengan usaha yang paling baik karena kita tidak pernah tahu kapan Allah melihat dan menguji seberapa kuat kita mampu menghadang terjal. menjalani semuanya dengan terencana lebih baik daripada hanya sekedar mengalir mengikuti arus ke tempat yang lebih rendah. mengalir dengan tenang namun pasti, menghadapi tantangan dengan strategi, lembut dan menyenangkan...
Selasa, 13 September 2016
Cinta Semu
Berhentilah! aku tak mau lagi....
kebahagiaan yang mereka janjikkan, kata manis yang mereka rayukan. itu bohong.
mengapa mereka begitu mudah saja, membuat hati ini berbunga. semudah mereka menghancurkannya kembali.
aku tak mau lagi Rabbii, tolonglah.. aku tidak mau berurusan dengan masalah perasaan ini. cukup, mereka telah membuatku menjauh dariMu. aku tak mau ...
semuanya membuatku enggan untuk merasakkannya lagi. aku benci! pada mereka yang hanya bermain api. membuatnya semakin berkobar dan membuatku terbakar.
aku ingin melarikkan diri, aku tak mau terjebak lagi.. Rabbii
susah payah, aku berusaha untuk tidak mendekatinya lagi. tapi Allah... hambamu ini, tak berdaya dilalap nyala api syetan. mereka seenaknya saja mempermainkan perasaan ini, dan bodohnya aku bersedia untuk dipermainkan. aku ingin berhenti.
Rabb. cintaku masih suci.. aku tak mau menodainya .. aku .. aku ingin kembali padaMu.. maaf, maaf ribuan kali aku mengecewakkanMu..
kebahagiaan yang mereka janjikkan, kata manis yang mereka rayukan. itu bohong.
mengapa mereka begitu mudah saja, membuat hati ini berbunga. semudah mereka menghancurkannya kembali.
aku tak mau lagi Rabbii, tolonglah.. aku tidak mau berurusan dengan masalah perasaan ini. cukup, mereka telah membuatku menjauh dariMu. aku tak mau ...
semuanya membuatku enggan untuk merasakkannya lagi. aku benci! pada mereka yang hanya bermain api. membuatnya semakin berkobar dan membuatku terbakar.
aku ingin melarikkan diri, aku tak mau terjebak lagi.. Rabbii
susah payah, aku berusaha untuk tidak mendekatinya lagi. tapi Allah... hambamu ini, tak berdaya dilalap nyala api syetan. mereka seenaknya saja mempermainkan perasaan ini, dan bodohnya aku bersedia untuk dipermainkan. aku ingin berhenti.
Rabb. cintaku masih suci.. aku tak mau menodainya .. aku .. aku ingin kembali padaMu.. maaf, maaf ribuan kali aku mengecewakkanMu..
Sabtu, 10 September 2016
aku mulai jatuh cinta
Setelah banyak hal yang telah diri ini lewati, waktuku tidak banyak lagi.waktu untuk mempertanggungjawabkan pilihanku 2 tahun silam. aku telah memilih untuk berada disini, berada ditengah tengah mereka yang kini mengisi lembar hidupku. aku mulai jatuh cinta..
jatuh cinta pada hari yang mulai beranjak senja...
jatuh cinta pada airmata yang selalu membuatku merasa lebih bahagia
jatuh cinta pada serambi masjid yang menjadi saksi atas segala keluhku pada ilahii Rabbii
jatuh cinta pada dinding kelas yang selalu membuatku berusaha untuk lebih kuat.
aku jatuh cinta, pada mereka yang membuat ku berfikir bahwa nyatanya inilah skenario paling Indah yang Allah rancang untuk hambaNya.
namun, bagiku rasanya lebih sulit menjaga keutuhan cinta itu sendiri dibanding saat pertama aku belajar untuk mulai mencintai.. aku harap saat aku mulai mencintai semuanya, aku dapat membuat hati ini berdamai dengan ketetapanNya.
Langganan:
Postingan (Atom)
