Kamis, 21 Mei 2015- Hari ini mesin pencetak sejarah itu mulai beroperasi, tepat diangka 17!
ya! gerakan Saintek (Santri anti nyontek), orasiku tadi pagi benar ku datangkan dari hati mengajak mereka untuk segara kembali dan menjauh dari penyakit yang sulit diobati, lantang aku katakan "jangan hinakan diri kalian dengan mencontek!" seketika itu riuh tepuk tangan menghujam bagaikan gemuruh dalam badai.
entah ini pertanda baik atau buruk, sorak sorai itu entah bermakna pujian atau ejekan. Tapi sudahlah aku tak peduli biarlah anjing menggonggong dan kafilah tetap berlalu!
yang kumohon hanyalah pertolong Rabbku, cukup DIA maka aku telah mempunyai segalanya. SEMANGAT PRAJURIT SAINTEK!
Selasa, 26 Mei 2015- Syahdu malam tak selamanya sunyi, hidup tak selamanya lurus bebas hambatan dan rintangan. begitu pula gerakan SAINTEK. 4 hari berlalu sepertinya SAINTEK mulai menemui jalan terjal, hujan badai, dan terpaan topan dahsyat. Prajurit mulai gontai dan kehabisan perbekalan, mereka tak menyadari bahwa perang yang besar telah menanti untuk ditaklukkan, namun sepertinya prajurit telah kehilangan pijakan, mereka lemah tak mampu menghunuskan pedang dihadapan lawan.
satu persatu dari mereka bahkan mundur tak berani melanjutkan perjalanan. mereka kabur ! kembali kepada kejahilan
Sementara itu, perang yang lebih dahsyat ternyata tengah berkecamuk dalam dada mereka sendiri, melawan nafsu syetan yang melenakan, menyibak segala rayuan yang datang dari berbagai arah bagaikan panah - panah yang menusuk hati, membuatnya kini rapuh, dan tak karuan
BANGKIT ! MURNIKANLAH ! wahai kau MUJAHID ! lihatlah kini dirimu dalam naungan kebenaran, dalam rangkul kasih sayang Rabb semesta alam. jangan MUNDUR ! LAA TAQNATUU! dirimu seorang yang merdeka, bukan budak dari nafsumu sendiri! Bergeraklah, terus berlari menuju Rahmat tanpa batas! ku tahu kalian mampu !
Senin, 1 Juni 2015- pertempuran pun usai ! hanya sedikit dari mereka yang mampu bertahan, pita penanda anti nyontek yang dipakai itu bukanlah sekedar pita, bahkan pita itu sama sekali tak ada artinya, yang kini membuatnya menjadi lebih bermakna adalah komitmen kita bersama,.
mari menuju kemenangan bersama, dalam kesungguhan untuk mengharap keridhoanNya saja.
terserah mereka mau berkata apa. mengejek atau menghina kita akan tetap berusaha memperjuangkan panji agama NYA !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar