Bulan telah melaksanakan tugasnya, ia datang untuk menemaniku malam itu. aku berdiri dihadapan jendela masjid yang sedari tadi terbuka, lihatlah bintang bintang itu begitu banyak, mereka bersinar amat terang, mereka tersenyum ceria, semilir angin itu mengelus pipi kanan dan kiriku bergantian, sedang mataku tetap menatap pada luasnya angkasa raya. "apa yang sudah aku lakukan? sekarang raga ini berada disini, disuatu tempat yang terpernah terdetik sekalipun dalam sensor memoriku? lalu akan aku apakan semua mimpi ku ?" seketika air itu memenuhi sudut kelopak mataku, sedetik kemudian ia jatuh mebasahi permukaan pipiku.."teh sae, kenapa ?" sosok itu akhirnya menghampiri, angin malam membuat mukena putih bermotif bunganya terbang, ditangannya erat menggenggam mushaf berwarna cokelat, ya. Dengan segara tangan ini menyapu lelehan airmata itu. "gak apa apa ko iang" balasku, tak lama kemudian mu'adzin mengumandakan adzan isya, kami segera bersiap maju untuk membuat shaf sholat. rupanya kening iang masih mengkerut, matanya masih memberi isyarat tanda tanya.
Selepas sholat isya, sholat rawatib dan mengaji quran, semua santriwati harus kembali ke asrama putri, sepanjang jalan tak ada sepatah kata yang terucap antara kita berdua, ya antara aku dan iang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar