Jumat, 01 Agustus 2014

masih layak kah dirimu sae ?

mengapa kau tidak diam saja, kau hanya perlu memahami dan meyakini, tanpa sibuk kau umbar sana sini, kau hanya perlu menjalani, dirimu tak perlu terlalu dalam meresapi, bahkan kau tak perlu memikirkannya terlalu dini, mengapa kau masih saja tak peduli, ada Allah yang begitu dekat dengan jantung hati, mengapa dirimu masih saja meresahkan diri, lihatlah Allah begitu sangat memuliakanmu, Allah begitu baik memperhatikanmu, Allah begitu sempurna untuk kau cintai, aku heran mengapa kau masih menyediakan ruang bagi dia yang fana, mengapa kau masih mengharap ia akan datang bertandang ke rumahmu, lalu menyapamu, lalu mengajakmu bercumbu ?, bukankah aku selalu mendengar lisanmu mengatakan "Cukuplah Allah sebagai penolongku", tapi mengapa dihatimu masih menyimpan surat rindu pada dia yang tak punyai kuasa. bukankah segala apa yang di dunia dan semesta adalah milikNYA ?, lalu mengapa kau masih tak bisa berhenti mengkhawatirkannya? , mengapa dirimu begitu tergoda dengan dia yang tak berarti apa apa ? cobalah pandang hidupmu kedepan, adakah faedah yang pasti kau dapatkan? dari hanya sekedar mengharapkan dia yang tak kunjung datang ? yah dirimu hanya bisa menangis dengan airmata ke-kesalan, dalam hatimu kau terus berteriak, mencaci, dan membangkang, bukankah orang yang beriman akan merasa tenang jika ia mengingat pada Allah yang Maha Penyayang? lalu kemanakah jiwamu selama ini ? dimanakah engkau posisikan Allah dalam hatimu ? setiap hari kau melangkah semakin jauh dari RabbMU, lalu bagaimana bisa kau berkata bahwa kau mencintaiNYA, bagaimana bisa kau akan tergila gila dengan cintaNYA ? jika bangkit untuk menemuiNYa saja kau masih berleha leha ? lalu sampai kapan kau hanya diam dengan kemanisan ? bukankah para kekasihNYA malah menikmati penderitaan dan kefakiran ? mengapa dirimu hanya meneteskan air mata kepalsuan ? sedang para kekasihNYA sibuk merayu ampunan di sepertiga malam? sejauh mana kau mengenal Islam ? sedekat apa kau mengenal Allah dengan segala keagunganNYA ? masih beranikah dirimu SAE mengaku bahwa kau mencintaiNYa ? masih sempatkah ? masih layak kah dirimu SAE ? :'((((

1 komentar:

  1. hmm jika kau terus bertanya "masihkah layak dirimu?" maka kau pasti bertanya pada setiap insan "masihkah dirimu layak?" karena tiap insan sejati memiliki rasa seperti yang kau rasakan, Sae :) hanya cara pengendalian yang harus kita atur. (:

    BalasHapus