Selasa, 24 Juni 2014

Engkau mawar yang dirindukan si kumbang ya Ramadhan..


Semburat mega merah di penghujung sya’ban
Menarik garis indah yang melintang
Terlukis diatas kanvas langit nan menawan
Menyembunyikan pesan dari sang matahari terbenam
Rupanya ke elokkan itu kan kembali bertandang
Bersanding kemulian ia segera datang
Tak lupa rahmat beserta ampunan
Setali menjadi buah tangan
Jauh melintasi bintang dan harapan
Ada do’a yang terpanjatkan, dari lisan seorang hamba beriman
Rupanya ada hal yang kian ia rindukan
Duhai apakah yang dirindukan si Fulan ?
Duduklah dan dengarkan
Daku mendambakan hari, dimana setiap detik berjalan beriring, dengan kebajikan dan keberkahan
Manusia berlomba mengejar trofi kemenangan
Walau susah menangkal bujuk rayu si syetan
Walau payah menahan lapar dan kehausan
Marhaban yaa Ramadhaan, Marhaban yaa Ramaadhan....
Istimewanya engkau
Allah berkenan menitipkan malam seribu bulan di serangkai malam indahmu,
Dia, Allah telah memilihmu sebagai bulan sempurna, saat mukjizat Agung Al Qur’an diturunkan sebagai pedoman
Allah simpan disela hari-harimu disetiap hela waktumu, limpahan ganjaran bagi hamba yang setia menjalankan suruhan dari Sang Pencipta Alam
Engkau mawar yang dirindukan si kumbang
Engkau telaga asri penumpas dahaga kehausan
Engkau pohon teduh nan rindang
Ditengah padang hangus, para musafir jadikan kau sebagai naungan
Tempat merenung, terpejam memikirkan arah jalan
Agar tak sesat untuk kembali pada kefitrahan
Marhaban yaa Ramadhaan, Marhaban yaa Ramadhaan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar