Ketika Syahadatku tak lebih dari sekedar ucapan,
Ketika Shalatku tak lebih dari sekedar gerakan badan,
Ketika Puasaku tak lebih dari sekedar menahan haus dan
lapar,
Ketika Zakatku tak lebih dari ingin dipuji orang,
Dan ketika Hajiku tak lebih dari sekedar ingin dihormati
orang,
►Sungguh
betapa kesia-siaan terbesar yang telah kulakukan atas diriku.
Ketika Islamku tak lebih dari sekedar status Agama di kartu
identitasku,
Ketika Imanku tak lebih dari sekedar cerita di masa lalu,
Dan ketika Ihsanku tak lebih dari sekedar basa-basiku,
►Sungguh
betapa penipuan terbesar telah terjadi dalam diriku.
Ketika ajal hanya kuanggap berita,
Ketika hari pembalasan hanya kuanggap gurauan belaka,
Dan ketika siksa neraka hanya kuanggap cerita lama,
►Sungguh
betapa kesombongan terbesar telah kuasai diriku.
Ketika hari kebangkitan kuanggap sebuah kemustahilan,
Ketika takdir kuanggap laksana undian,
►Sungguh
sebuah kedurhakaan terbesarku kepada Rabb-ku.
Aku terdiam merenung..!!!
Bukankah aku dikaruniai akal untuk berpikir?
Bukankah aku punya hati untuk membuka nurani?
Tapi kenapa diri ini terlalu sering melupakan-Mu ya Rabb?
Kenapa diri ini jarang bersujud untuk sekedar menunaikan
Perintah-Mu ya Rabb?
Sampai kapankah aku akan hidup penuh kelalain? Sampai
kapankah aku akan hidup dalam kepalsuan?
Aku harus berubah mulai sekarang. Sebelum semuanya
terlambat. Sebelum ajal sudah di kerongkongan. Sebelum diri ini meratap penuh
penyesalan.
Astaghfirullah Rabbal Baraya,
Astaghfirullah Minal Khathaya,
Rabbi Zidni 'Ilman Nafi'an,
Wawaffiqli 'Amalan Maqbulan,
Wahabli Rizqan Wasi'an,
Watub 'Alaina Taubatan Nasuhan,
Semoga bermanfaat Akhy wa Ukhty,
Salam santun selalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar