Selasa, 13 September 2016

Cinta Semu

Berhentilah! aku tak mau lagi....
kebahagiaan yang mereka janjikkan, kata manis yang mereka rayukan. itu bohong.
mengapa mereka begitu mudah saja, membuat hati ini berbunga. semudah mereka menghancurkannya kembali.
aku tak mau lagi Rabbii, tolonglah.. aku tidak mau berurusan dengan masalah perasaan ini. cukup, mereka telah membuatku menjauh dariMu. aku tak mau ...
semuanya membuatku enggan untuk merasakkannya lagi. aku benci! pada mereka yang hanya bermain api. membuatnya semakin berkobar dan membuatku terbakar.
aku ingin melarikkan diri, aku tak mau terjebak lagi.. Rabbii
susah payah, aku berusaha untuk tidak mendekatinya lagi. tapi Allah... hambamu ini, tak berdaya dilalap nyala api syetan. mereka seenaknya saja mempermainkan perasaan ini, dan bodohnya aku bersedia untuk dipermainkan. aku ingin berhenti.
Rabb. cintaku masih suci.. aku tak mau menodainya .. aku .. aku ingin kembali padaMu.. maaf, maaf ribuan kali aku mengecewakkanMu..

Sabtu, 10 September 2016

aku mulai jatuh cinta

Setelah banyak hal yang telah diri ini lewati, waktuku tidak banyak lagi.
waktu untuk mempertanggungjawabkan pilihanku 2 tahun silam. aku telah memilih untuk berada disini, berada ditengah tengah mereka yang kini mengisi lembar hidupku. aku mulai jatuh cinta..
jatuh cinta pada hari yang mulai beranjak senja...
jatuh cinta pada airmata yang selalu membuatku merasa lebih bahagia
jatuh cinta pada serambi masjid yang menjadi saksi atas segala keluhku pada ilahii Rabbii
jatuh cinta pada dinding kelas yang selalu membuatku berusaha untuk lebih kuat.
aku jatuh cinta, pada mereka yang membuat ku berfikir bahwa nyatanya inilah skenario paling Indah yang Allah rancang untuk hambaNya.
namun, bagiku rasanya  lebih sulit menjaga keutuhan cinta itu sendiri dibanding saat pertama aku belajar untuk mulai mencintai.. aku harap saat aku mulai mencintai semuanya, aku dapat membuat hati ini berdamai dengan ketetapanNya.


Kamis, 31 Desember 2015

30 mutiara

Tepatnya 14.20 kereta berhenti.
Alhamdulillah... akhirnya, setelah kurang lebih 1 jam kereta Api membawa aku dan dua temanku sampai di stasiun kereta api Rancaekek Bandung. 10 hari kedepan kami akan berada di daerah ini, Sanlat 10 hari 1 juz di pesantren miftahul khoer yang mengundang kami untuk menghabiskan liburan kali ini. 
21 Desember 2015.
Senin, hari pertama kami disini. semua peserta dibagi menjadi beberapa halaqah (kelompok). kelompokku hanya terdiri dari 3 orang, aku, Raihan, dan Adkhilni, Mentor kami mulai membimbing untuk saling memperkenalkan diri, kami mendapat mentor bernama Fatimah Az Zahra, nama yang indah bukan? 
hari pertama, berarti setoran hafalan pertama... 
1 juz ada 10 lembar, maka kami harus mampu menghafal minimal 1 hari 1 lembar, bagiku ini hal yang baru, pertanyaan apakah aku mampu ? selalu ada yang meyakinkan ya! ini tantangan... 
Rabb, mudahkanlah aku..
inilah lembar pertama, nampaknya kesulitan mulai menghampiriku, Allah nampaknya menguji kekuatan ikhlas dan sabarku. 
saat  penyetoran, lidahku terbata bata banyak ayat yang lupa, dan huruf yang tidak sesuai. Semua ini membuatku mengeluh, "mengapa sulit?". padahal sebelumnya aku merasa bahwa semuanya telah aku hafal, tapi mengapa tiba tiba menghilang? bahkan ingatanku tak bisa  mendeteksi jejak hafalan yang sebelumnya aku hafal. ya Rabb, ada apa ?
malamnya aku adukan hal ini pada ka Fatimah, lalu ka Fatim berkata " Sulit itu karena hadiahnya surga.. menghafal Qur'an bukan karena kita pintar, cerdas, kuat hafalan, atau yang lainnya. Memang itu berpengaruh tapi tetap yang menentukkan segalanya itu Ridho Allah, Kemudahan dari Allah, atas IzinNya. Gak ada satu ayat pun yang dapat kita hafal kecuali atas izin Allah swt"
aku diam. menyadari ada yang salah pada diri ini. aku terlalu sombong! diri merasa bahwa diri mampu hanya karena usaha diri sendiri, tanpa memikirkan ada zat yang Maha Besar dan Maha Menentukkan. Allah maafkan hambaMu.
hari hari selanjutnya aku jalani dengan selalu berusaha untuk meluruskan niat ini.
10 hari bukan waktu yang singkat, bukan juga waktu yang cukup lama.. ada saja ujiannya ketika ingin mulai menghafal, terutama ujian hati. nafsu sering sekali membuat kami lengah dan terjebak.
Rabb.. tapi kami tahu ada Engkau yang selalu mengabulkan do'a dan memudahkan hambaNya, Engkau tengah menguji sejauh mana kami dapat menjalani proses yang berliku ini, sejauh mana hati bertahan untuk ikhlas dan istiqomah mengharap keridhoanMu..
Jalan ini masih panjang, dan penuh perjuangan, menghafal Qur'an berarti menjalankan proyek seumur hidup, ya! proyek yang amat mulia..
Bagai menyusun mutiara mutiara pada mahkota, meletakkannya perlahan dan sangat hati hati, saat  hampir sampai pada mutiara kedua, namun mutiara pertama jatuh.maka kita perlu bersabar untuk menyusunnya kembali.. begitu seterusnya berusahalah utuk terus memperbaiki dan memperindahnya, sabarlah hingga mahkota memiliki 30 mutiara.